Kamis, 04 November 2010

My Life Journey

Saya lahir dari sebuah kesederhanaan seorang petani yang luar biasa untuk menghidupi keluarganya. Kelahiranku pun saat tepat bapak diterima sebagi PNS,,sehingga bapak menjadi seorang petani dan guru SD. Tak begitu banyak yang kutahu saat bayi,,namun ku mendapat cerita dari ibu,,"ham,,kamu dulu waktu bayi hanya sering makan pisang,air tajin,"suatu hal yang luar biasa,,namun itulah kenyataan di era 90an,daerah transmigrasi,,suasana yang jauh dari keramaian,,salah satunya toko/pasar.Nama Ilham Nugroho yang saat ini kupakai bukanlah nama awalku,,melainkan JUMADI =Jum'ad Legi,,maklum orang jawa dulu,,sering memberikan nama berdasarkan hari,.. Dan itu membuat aku tak terima atau ada sebab lain,,dirubahlah nama saya dengan ILHAM NUGROHO yang menurutku punya arti akan selalu mendapatkan petunjuk bagi diriku sendri dan orang lain. 2 kata nama yang hampir memiliki arti yang sama,,yang memilki arti luar biasa,,

Diriku yang sering usil dengan kakakku sering membuat orang tua mengamuk luar biasa,,tekadang bambu atau sapu pasti melayang ke tubuh kami,,sungguh nakalnya kami,,,. Setiap hari bermain kerjaanku dan pantas saja ibu selalu memanggilku "Jeliteng=hitam",,.Walaupun nakal,,ibu pasti mengerti kenapa anaknya nakal..kenakalan yang masih teringat sampai sekarang yang tak terlupakan,,pada shalat berjamaah di masjid,dengan polosnya saya buang angin dengan suara yang lumayan nyaring,,namanya juga anak kecil,,tidak apalah pada saat itu,,


Tak hanya bermain waktu kugunakan,,sejak dari balita hingga Sekolah Dasar, aku sering menghabiskan waktu di lahan karet,sawah membantu orang tua sebagai petani,, namun semua itu tak terkadang sesuai rencana,,musim kemarau yang hebat di kalimantan timur pada saat itu membakar lahan karet kami,,dan itu membuat bapak rugi dan terpaksa lahan di jual. perjuangan bapak dan ibu setiap hari yang menggarap lahan,,semuanya habis sekejap,,pulang ke gubuk kecil dan aku masih ingat,,betapa kuatnya bapak menggendong aku di tas rotan yang begitu besar berjalan berkilo-kilo dari lahan. Sebagai petani,,dan guru bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari,,itu masih kurang kawan,,bapak dan ibu masih berusaha membuat tempe untuk dijual dari rumah ke rumah yang jaraknya sangat luar biasa jauhnya,,itu untuk siapa?? untuk anak-anaknya,,untuk aku dan kakakku agar bisa sekolah setinggi-tingginya.

Beranjak aku masuk SD,,begitu bnyak teman2 dari RT sebelah2 yang kukenal,,tapi sayang,,sekarang banyak yang lupa,,
bagaimna rasanya punya guru tapi ortu sendiri???? sumpah gak enak teman,,,itulah yang saya alami selama 1 tahun pada saat kelas II dengan guru bapak sendiri,,...
sejak pertma masuk sekolah,,ibu pasti mewajibkan saya untuk sarapan di rumah,,dan saya t`k pernah diberi uang sangu hingga smp padahal sekolah itu jauhnya luar biasa. Uang sangu hanya diberikan untuk pengganti sarapan di rumah jika tidak ada sarapan,dan iuran buku,,itu yng membuat saya suangattt irit,,
namun kakak yang saat itu sudah kelas 6,,dan akan masuk ke jenjang smp membuat mau tak mau aku dan keluarga harus pindah kediaman untuk masa depan kakak dan aku,,dan selmzt tinggal kawan,,

Kehidupan baru pun di sekolah baru pun terjadi,,hari pertama aku sekolah,,aku merasa malu,,bagaimana tidak,,lingkungan sebelumnya yang mayoritas bukan jawa,,dan aku berpindah,,membuatku  harus bertemu dengan orang2 jawa,,sungguh tantangan,,karena selama ini,,orang tua tak pernah mengajarkan bahsa jawa,,namun bergulirnya waktu,,wes medok jawaku,,hahaha.

Untuk membantu penghasilan ibu,,sekolahpun aku berjualan makanan kecil, walaupun sering dihutangi.. dasar anak sekolah,,dan sepulang sekolah pasti bapak mengajak jual dagangan opak ke berbagai kecamatan dengan motor tua,,terkadang d tolak,,beli sedikit,,ya itu lah namanya jualan. Kehidupan SD sudah membuat mentalku terkadang ditempa berapa kerasnya hidup ini,,..hidup penuh perjuangkan, dan aku melihat yang diperjuangkan orang tua adalah bagaimana anaknya bisa pintar dan berguna,,itulah yang kulihat.

Masuk ke SMP,,hemm,,lebih banyak ke cinta monyet ini,,haha,,maklum masa puber.... Kelas 3 mulai berpikir,,kemanakah saya setelah ini,,begitu banyak pilihan sekolah yang ditawarkan bapak dari SMK Pertanian,smk seni,smk pelayaran,dll hingga sekolah di luar provinsi. Akhirnya kuputuskan untuk masuk ke sekolah pertanian pembangunan,,sekolah yang menurut aku sekolah luar biasa waktu itu,,

Masuklah saya di SPP tersebut tahun 2006,,,dan berpisah dengan rumah dll,ibaratnya masuk kandang singa,,begitu tata tertib yang sangat mengikat,,bangun pagi di alarm tentara,,senam pagi,MOS,,bahkan MOS selma 1 minggu membuatku sakit tipes dan menurunkan 10 kg berat badanku,,sungguh hal yang mustahil,,tapi itulah kenyataannya. Sekolah dengan sistem pagi ke lahan,,siang belajar,,sore ke lahan,malam kultum,,sungguh seperti tak ada kata istirahat..namun semua terelawati dengan begitu banyak teman2 dari perwakilan setiap kabupaten. Pulang ke rumah dijatah hanya 1 bulan sekali dengan setiap bulan,uang sangu 50 ribu untuk bertahan hidup d asrama,,namun Alhmdlh,,untuk makan,,sudah ada yang menanggung.

Tiba waktunya kelas 2,,aku praktek kerja usaha (Magang) di salah satu PTPN 13 di kabupaten yang jauh dari rumah,,pelajaran hidup kembali yang saya dapatkan walau 1 minggu,,harus kerja kers,,tidak adanya listrik masuk,,signal hp tak ada,,mandi susah,,makanan mahal,,kiri kanan hanya kelapa sawit dan karet,,,terasa kepala waktu itu,,bosennnnn..tapi terkadng asyik,,

Kelas 3 kembali,,pilihan yang harus dipilih harus kemana saya setelah lulus???? jujur pada saat itu saya ingin kuliah di luar pulau,,cita2 saya sejak smp,,namun apa daya,,persyaratan dari universitas favorit begitu tinggi dari segi biaya dan syarat masuk,, ya sudahlah..mungkin belum waktu saya untuk bisa kuliah di univ.terfavorit seperti UGM dan IPB.
Pikiran saya kuliah di universitas mulawarman,,PTN favorit di kaltim dan sekalian membuka usaha jamur tiram di rumah,,namun teman saya 1 kelas mendaftar jalur prestasi d Univ.brawijaya,,jujur,,saya tak mengenal brawijaya,,dan saya ingin ikut dengan pilihan program studi yang berbeda,,dan akhirnya lulus seleksi dan daftar ulang,,pupuslah keinginan sya untuk membuka usaha. Keraguanpun mash ada,,ada peluang beasiswa d3 di ipb dan langsung kontrak kerja dengan pt.sinarmas,,kata bpak,,"ikuto ham"siapa tahu lolos,,uang daftar ulang UB di ikhlaskan gak papa".. namun ibu bilang "gak usah ham..di ub ja,,deket sama keluarga" . keraguan yang luar biasa setelah dari orang tua berkata seperti itu.. Ternyata pilihanku tepat masuk uB,,universitas yang aku kenal dengan program studi agribisnis hingga sekarng..

Satu hal yang ingin kulakukan semenjak dari Sekolah sampai sekarang dengan berbagi macam prestasiku,beasiswaku,menjadi wakil kaltim,dll yang ingin aku dengar:,,kapan bapak dan ibu mengucapakn kepadaku "HAM,AKU BANGGA PUNYA ANAK SEPERTI KAMU".. itu yang ingin kudengar,,sampai sekarng hal itu belum terwujud, apa lagi selama ini bapak yang hanya diam jika aku mendaptkan itu semua.. Namun aku tahu,,dalam hati mereka,,sudah mengatakan bangga kepadaku,,,, mungkin aku harus membuktikan lebih dari apa yang telah kucapai selama ini.. Terimaksh buat bapak,ibu,mbak indah dan ade titis serta alm.masku n alm.adeku yang telah mendahului kami,,kalian inspirasi buatku, motivasiku dan doaku.


Reaksi:

3 komentar:

  1. Salut dech ma cerita dan perjalanan panjangmu,
    Moga itu menjadi pelajaran buat kehidupan masa depan orang lain untuk menjalani hidup yang lebih baik.
    Amin...
    Semoga sukses buat masa depanmu yang cerah ya...
    Aq sll mendukungmu...

    BalasHapus
  2. terimaksih atas dukungannya,,n emng q berharap,,cerita ini bukan untuk diriku ja,,mudah2an bisa d ambil oleh banyak orang dan berguna. terimksh juga buat doanya,,

    BalasHapus

Terimakasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat