Jumat, 12 November 2010

Berat Isi dan Berat Jenis Tanah



Tanah terdiri atas bahan padat dan ruang pori di antara bahan padat, dalam berbagai bentuk dan ukuran. Bahan padat terdiri atas bahan organic pada berbagai tingkat pelapukan, termasuk humus, dan bahan mineral serta dengan adanya ruang pori yang berisi udara dan air.
    Bahan padat dan ruang pori tanah mempengaruhi berai isi dan berat jenis partikel, sehingga setiap jenis tanah mempunyai berat isi dan berat jenis yang berbeda pula. Maka dari itu, perlu adanya analisa dan praktikum tentang berat isi dan berat jenis partikel tanah pada penggunaan lahan yang berbeda, serta laporan ini akan membahas hasil praktikum berat isi dan berat jenis partikel tanah pada tanah yang digunakan pada lahan semusim dan hutan produksi.  
Berat Isi Tanah  
Definisi  
  • Berat isi tanah adalah ukuran pengepakan atau kompresi partikel-partikel tanah (pasir, debu, liat). (Pearson et al,1995)
  • Berat isi tanah ialah kerapatan tanah persatuan volume.    (Hanafiah,2005) 
  • Berat isi adalah perbandingan antara masa tanah dengan volume partikel ditambah dengan ruang         pori.     (Kurniawan,2007)
  • Berat isi yaitu bobot per satuan volume tanah kering oven, yang biasanya dinyatakan sebagai gram/cm3 . (Henry,D.F,1994) 
Metode pengukuran berat isi tanah 
Metode silinder, pengukuran berat isi dengan menggunakan silinder yaitu silinder yang berbentuk tabung ditancapkan ke dalam tanah sampai bagian atas silinder rata dengan permukaan tanah.(Anonymous, 20092. 
Metode clod, pengukuran berat isi dengan metode clod digunakan pada tanah yang bersifat mengembang dan mengerut serta sulit diambil, contohnya dengan silinder. (Anonymous, 2009)
Metode boring, metode boring digunakan untuk mengukur berat isi tanah pada tanah yang mudahmengembang dan mengerut, volume tanah mudah berubah-ubah karena berubahnya kadar air dalam tanah. (Anonyomus, 2009)

Metode radioaktif ( sinar gamma ), metode radioaktif, pada pengukuran berat isi tanah digunakan secara langsung di tempat terbuka ( lapangan ) pada tanah-tanah yang mudah mengembang serta mengerut, sehingga dalam penetapannya diperhitungkan pada kondisi hisapan 1/3 bar. (Anonymous, 2009)

Berat Jenis Tanah    
Definisi 
                  Berat jenis partikel adalah perbandingan antara massa satuan solum tanah padat dengan volume padatan tanah. (Buck & Nyle, 1982). Berat jenis partikel adalah berat tanah kering per satuan volume partikel tanah (tidak termasuk pori).(Handayanto et al, 2009). Berat jenis adalah berat jenis tanah kering per satuan volume partikel-partikel (padat) tanah (jadi tidak termasuk volume pori-pori tanah). (Hardjowigeno,1987) 
        Berat jenis adalah perbandingan massa total dari partikel padatan dengan volume total tidak termasuk ruang pori partikel. (Kurniawan,2007)
          Metode pengukuran berat jenis tanah 
                     Tentukan kadar lengas contoh tanah yang di analisa, Timbang labu ukur kosong (x gram), Isikan tanah kering udara sekitar 50 gram ke dalam labu ukur. Kemudian timbang beserta labunya dan koreksi dengan kadar lengas tanahnya ( Y = bobot labu kosong + tanah kering oven). Tambahkan air kurang lebih setengahnya sambil membilas tanah yang menempel di leher labu. Untuk mengusir udara yang terjerat dalam tanah, labu didihkan berlahan-lahan beberapa menit. Dinginkan labu beserta isinya sampai mencapai suhu ruangan, kemudian tambahkan air dingin yang telah didihkan sampai batas volume, lalu timbang (Z gram). Keluarkan isi labu ukur, cuci, kemudian isi dengan air dingin yang telah dididihkan sampai batas volume. Timbang (A gram) tidak usah dilakukan bila labu ukurnya telah duiketahui ukuran volumenya, misalnya 100 ml, dengan merubah rumus berat jenis.
                      BJ = ((Y – X) x d) / ((Y – X) – (Z – A) g.cm-3
          (Modul Praktikum Ilmu Tanah, 2010)


          Faktor faktor yang mempengaruhi BI dan BJ 
          Struktur Tanah, struktur tanah sangat mempengaruhi berat isi dan berat jenis, apabila tanah tersebut memiliki struktur yang lempeng atau padat maka berat isi dan berat jenisnya semakin besar. (Hardjowigeno,1989)
          Tekstur tanah, tekstur tanah juga dipengaruhi pada berat isi dan berat jenis suatu tanah. Bila semakin lepas tekstur suatu tanah, maka berat isi  dan berat jenis tanah tersebut semakin rendah.(Soeparmadi, 1995) 
          Ruang pori, apabila volume yang di duduki ruangan pori lebih banyak, maka akan mengakibatkan kecepatan bobot isinya lebih besar. (Foth,1984) 
          Bahan organik, bahan organik tanah mempengaruhi berat isi dan berat jenis tanah. Bahan organic berperan dalam merekatkan tanah, bila semakin banyak kandungan bahan organiknya maka berat isi dan berat jenis semakin rendah. (Hardjowigeno,1989) 
          Bahan induk, bahan induk merupakan lapisan yang paling padat, karena adanya pembentukan struktur selama perkembangan tanah yang menyebabkan horizon horizon yang ada dibagian atas mempunyai kerapatan induk lebih rendah disbanding bahan induk aslinya.(Foth, 1984).
          Pengolahan tanah, apabila tanah diolah menggunakan alat alat berat dalam jangka panjang akan dapat mengakibatkan penurunan terhadap agregasi tanah dan tanah akan menjadi padat.(Foth, 1984) 


          Faktor faktor yang dipengaruhi BI dan BJ 
          Pengolahan tanah, berat Isi dan Berat Jenis mempengaruhi pengolahan suatu tanah. Jika BI dan BJ tinggi maka tanah tersebut mampat, sehingga membutuhkan pengelolahan tanah yang lebih seperti dibajak agar tanah menjadi gembur dan subur untuk ditanami.(Hardjowigeno,1989) 
          Pergerakan akar, tanah yang bobot isinya tinggi akan menyebabkan pergerakan akar akan sedikit mengalami kesulitan karena ruang pori pada tanah sudah terisi penuh dengan material tanah lainnya. Sehingga akar tanaman sulit menembus tanah. (Hardjowigeno,1989)
          Dosis pupuk yang dibutuhkan, pada area lahan yang berat isi tanahnya semakin tinggi maka dosis pupuk yang dibutuhkan semakin besar sehingga membutuhkan pupuk yang banyak. (Soeparmadi, 1995)




          PUSTAKA
          ----------------.2010.Modul Praktikum Ilmu Tanah.FP UB.Malang
          Anonymous,2009.Bobot Isi tanah.Dasar-dasar Ilmu Tanah.blogspot.com. Diakses 10 oktober 2009
          Brady,Nyle.1974.The Nature and Properties of Soil. Mac Millan Publishing inc.Ny
          D. Juanda dkk.2003. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 4 (1) pp 25-3.Jawa Tengah
          Forth, H.P. 1984.Dasar-dasar ilmu tanah. UGM Press. Bulak Sumur. Yogyakarta
          1994.Dasar Ilmu Tanah.UGM Press:Yogyakarta
          Hakim, N., M.Y. Nyakpa, A. M. Lubis, S. G. Nugroho, M. R. Saul, Go Ban Hong, N. H.   Bailey. 1986. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Penerbit Universitas Lampung. 488 p.

          Hanafiah,Ka.2005.Dasar Ilmu Tanah.Raja Grafindo Persada.Jakarta
          Handayanto et al.2009.Dasar Ilmu Tanah.FP UB.Malang
          Hardjowigeno, S. 1987.Dasar Ilmu Tanah.Mediyatama Sarana Perkasa : Jakarta
           1989. Ilmu Tanah. PT. Media tama sapana : Jakarta 
          Sarief, S. 1986. Konservasi Tanah dan Air. Pustaka Buana. Bandung
          Soepardi, G. 1983. Sifat dan Ciri Tanah. Fakultas Pertanian. IPB, Bogor.
          Soeparmadi, amin. 1995. Dasar dasar ilmu tanah. Pustaka : Bogor

          Reaksi:

          4 komentar:

          1. apakah nilai BJ akan selalu tetap atau dapat berubah-ubah menurut struktur tanah? dan apa bedanya sama BI tanah. trims. n salam kenal.

            BalasHapus
          2. y,,jadi struktur tnah juga menentukan BI n BJ tanah,,karena tekstur mempengaruhi keadaan pori dari suatu tanah,,karena perbedaan BI n BJ hanya berbeda pada berat isi(berat keseluruhan dari tanah tersebut,,seperti ruang pori,,dll),,lw berat jenis,,hanya benar2 berat tanah tanpa berat pori2

            BalasHapus
          3. yah,,,baru tau low ada blog kaya gnii,,
            tau gtu dah niru buat laporan tanah,,
            hahahaaa

            BalasHapus
          4. sering berkunjung k starnuggetmushroom.blogspot.com mkanya,,hehe

            BalasHapus

          Terimakasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat